0

Dioda

| Senin, 12 April 2010

Dioda termasuk komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor. Beranjak dari penemuan dioda, para ahli menemukan juga komponen turunan lainnya yang unik.

Dioda

Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N. Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N.


Gambar 1 : Simbol dan struktur dioda


Gambar ilustrasi di atas menunjukkan sambungan PN dengan sedikit porsi kecil yang disebut lapisan deplesi (depletion layer), dimana terdapat keseimbangan hole dan elektron. Seperti yang sudah diketahui, pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. Lalu jika diberi bias positif, dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N, maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P. Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P, maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Ini disebut aliran hole dari P menuju N, Kalau mengunakan terminologi arus listrik, maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N.


Gambar 2 : dioda dengan bias maju


Sebalikya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif (reverse bias). Dalam hal ini, sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P.


Gambar 3 : dioda dengan bias negatif


Tentu jawabanya adalah tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya. Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan. Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus.

Demikianlah sekelumit bagaimana dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Dengan tegangan bias maju yang kecil saja dioda sudah menjadi konduktor. Tidak serta merta diatas 0 volt, tetapi memang tegangan beberapa volt diatas nol baru bisa terjadi konduksi. Ini disebabkan karena adanya dinding deplesi (deplesion layer). Untuk dioda yang terbuat dari bahan Silikon tegangan konduksi adalah diatas 0.7 volt. Kira-kira 0.2 volt batas minimum untuk dioda yang terbuat dari bahan Germanium.


Gambar 4 : grafik arus dioda


Sebaliknya untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus, namun memang ada batasnya. Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown, dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi.

Zener


Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen elektronika lainnya yang dinamakan zener. Sebenarnya tidak ada perbedaan sruktur dasar dari zener, melainkan mirip dengan dioda. Tetapi dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan sebagainya.


Gambar 5 : Simbol Zener


Ini adalah karakteristik zener yang unik. Jika dioda bekerja pada bias maju maka zener biasanya berguna pada bias negatif (reverse bias).

LED

LED adalah singkatan dari Light Emiting Dioda, merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya.LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.


Gambar 6 : Simbol LED


Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau.LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi daya-nya. Rumah (chasing) LED dan bentuknya juga bermacam-macam, ada yang persegi empat, bulat dan lonjong.

Aplikasi


Dioda banyak diaplikasikan pada rangkaian penyerah arus (rectifier) power suplai atau konverter AC ke DC. Dipasar banyak ditemukan dioda seperti 1N4001, 1N4007 dan lain-lain. Masing-masing tipe berbeda tergantung dari arus maksimum dan juga tegangan breakdwon-nya. Zener banyak digunakan untuk aplikasi regulator tegangan (voltage regulator). Zener yang ada dipasaran tentu saja banyak jenisnya tergantung dari tegangan breakdwon-nya. Di dalam datasheet biasanya spesifikasi ini disebut Vz (zener voltage) lengkap dengan toleransinya, dan juga kemampuan dissipasi daya.


Gambar 7 : LED array


LED sering dipakai sebagai indikator yang masing-masing warna bisa memiliki arti yang berbeda. Menyala, padam dan berkedip juga bisa berarti lain. LED dalam bentuk susunan (array) bisa menjadi display yang besar. Dikenal juga LED dalam bentuk 7 segment atau ada juga yang 14 segment. Biasanya digunakan untuk menampilkan angka numerik dan alphabet.


Read More......
0

Kapasitor

|

Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.


Gambar 1 : prinsip dasar kapasitor


Kapasitansi

Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :

Q = CV …………….(1)

Q = muatan elektron dalam C (coulombs)

C = nilai kapasitansi dalam F (farads)

V = besar tegangan dalam V (volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10-12) (k A/t) ...(2)

Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.

Tabel-1 : Konstanta dielektrik bahan kapasitor



Untuk rangkain elektronik praktis, satuan farads adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F), nF (10-9 F) dan pF (10-12 F). Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047uF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.

Tipe Kapasitor

Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.

Kapasitor Electrostatic

Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.

Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.

Kapasitor Electrolytic

Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda.

Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.


Gambar-2 : Prinsip kapasitor Elco


Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.

Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.

Bahan electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.

Kapasitor Electrochemical

Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular.

Membaca Kapasitansi

Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.

Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.

Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104, maka kapasitansinya adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF.

Selain dari kapasitansi ada beberapa karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam datasheet. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting tersebut.

Tegangan Kerja (working voltage)


Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Para elektro- mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan. Misalnya kapasitor 10uF 25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.

Temperatur Kerja

Kapasitor masih memenuhi spesifikasinya jika bekerja pada suhu yang sesuai. Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (ultra stable), X7R (stable) serta Z5U dan Y5V (general purpose). Secara lengkap kode-kode tersebut disajikan pada table berikut.

Tabel-2 : Kode karakteristik kapasitor kelas I



Tabel-3 : Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III



Toleransi

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Tabel diatas menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan table di atas pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitasinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus dikethaui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co (lihat tabel kode karakteristik)

Insulation Resistance (IR)

Walaupun bahan dielektrik merupakan bahan yang non-konduktor, namun tetap saja ada arus yang dapat melewatinya. Artinya, bahan dielektrik juga memiliki resistansi. walaupun nilainya sangat besar sekali. Phenomena ini dinamakan arus bocor DCL (DC Leakage Current) dan resistansi dielektrik ini dinamakan Insulation Resistance (IR). Untuk menjelaskan ini, berikut adalah model rangkaian kapasitor.


Gambar-3 : Model rangkaian kapasitor


C = Capacitance

ESR = Equivalent Series Resistance

L = Inductance

IR = Insulation Resistance

Jika tidak diberi beban, semestinya kapasitor dapat menyimpan muatan selama-lamanya. Namun dari model di atas, diketahui ada resitansi dielektrik IR(Insulation Resistance) yang paralel terhadap kapasitor. Insulation resistance (IR) ini sangat besar (MOhm). Konsekuensinya tentu saja arus bocor (DCL) sangat kecil (uA). Untuk mendapatkan kapasitansi yang besar diperlukan permukaan elektroda yang luas, tetapi ini akan menyebabkan resistansi dielektrik makin kecil. Karena besar IR selalu berbanding terbalik dengan kapasitansi (C), karakteristik resistansi dielektrik ini biasa juga disajikan dengan besaran RC (IR x C) yang satuannya ohm-farads atau megaohm-micro farads.

Dissipation Factor (DF) dan Impedansi (Z)


Dissipation Factor adalah besar persentasi rugi-rugi (losses) kapasitansi jika kapasitor bekerja pada aplikasi frekuensi. Besaran ini menjadi faktor yang diperhitungkan misalnya pada aplikasi motor phasa, rangkaian ballast, tuner dan lain-lain. Dari model rangkaian kapasitor digambarkan adanya resistansi seri (ESR) dan induktansi (L). Pabrik pembuat biasanya meyertakan data DF dalam persen. Rugi-rugi (losses) itu didefenisikan sebagai ESR yang besarnya adalah persentasi dari impedansi kapasitor Xc. Secara matematis di tulis sebagai berikut :


Gambar-4 : Faktor dissipasi

Dari penjelasan di atas dapat dihitung besar total impedansi (Z total) kapasitor adalah :


Gambar-5 : Impendansi Z


Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada frekuensi tinggi. Untuk perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality factor) yang tak lain sama dengan 1/DF.

Read More......
0

Resistor

|

Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik, sehingga dinamakan konduktor. Kebalikan dari bahan yang konduktif, bahan material seperti karet, gelas, karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron dan disebut sebagai insulator. Bagaimana prinsip konduksi, dijelaskan pada artikel tentang semikonduktor.

Resistor KarbonResistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon . Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol W (Omega). Tipe resistor yang umum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Waktu penulis masuk pendaftaran kuliah elektro, ada satu test yang harus dipenuhi yaitu diharuskan tidak buta warna. Belakangan baru diketahui bahwa mahasiswa elektro wajib untuk bisa membaca warna gelang resistor (barangkali).

Tabel - 1 : nilai warna gelang


Resistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat, merah, emas atau perak. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam. Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau anda telah bisa menentukan mana gelang yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.

Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya.

Misalnya resistor dengan gelang kuning, violet, merah dan emas. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi. Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah, gelang pertama berwarna kuning, gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna emas dan ini adalah gelang toleransi. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas, berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansisnya dihitung sesuai dengan urutan warnanya. Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua. Masih dari tabel-1 diketahui gelang kuning nilainya = 4 dan gelang violet nilainya = 7. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 47. Gelang ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna gelangnya merah berarti faktor pengalinya adalah 100. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 47 x 100 = 4.7K Ohm dan toleransinya adalah 5%.

Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100W5W


Read More......
0

Hasil GP QATAR 11 April 2010

| Minggu, 11 April 2010

Valentino Rossi meraih kemenangan pertamanya di seri pembuka MotoGP yang digelar di Qatar, Minggu, 11 April 2010. Disusul Rekan satu timnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, menempati posisi kedua. Lorenzo yang banyak menghabiskan waktu di posisi empat tiba-tiba menggebrak di lap-lap akhir. Dia menyalip Hayden dan kemudian Dovizioso untuk jadi runner-up. Stoner yang tiga musim terakhir selalu jadi jawara MotoGP Qatar kali ini malah harus menyudahi balapan tanpa angka. Sedang memimpin balapan di lap lima, si pembalap Ducati itu terjatuh dari motornya dan out dari balapan.

Stoner jatuh pada lap kelima. Saat itu ia sedang memimpin di depan. Hal ini jelas mengecewakan buat Stoner yang sebelumnya tampil dominan di sesi latihan bebas dan kemudian kualifikasi. Bahkan sebelum jatuh dia pun sempat membuat fastest lap. Jatuhnya Stoner dimanfaatkan Rossi yang langsung mengambil alih posisi terdepan. Rossi yang di awal balapan juga sempat terlibat duel sengit dengan Dani Pedrosa berhasil menjaga posisi terdepan sampai akhir balapan.

Tampil sebagai juara ketiga adalah pembalap Repsol Honda Andrea Dovizioso. Dovizioso tampil prima walau harus start dari posisi keenam. Pedrosa sendiri mengawali balapan dengan menjanjikan. Dari posisi start tujuh, dia sempat berhasil jadi pembalap di posisi terdepan. Namun, lambat laun posisinya kian tercecer ke belakang.

Hayden juga start tak kalah apik. Dari tempat start sembilan, dia berhasil melaju ke depan dan kemudian acap menghabiskan waktu memperebutkan posisi dua dan tiga dengan Andrea Dovizioso, kendati akhirnya tercecer.

Hasil MotoGP:

1. Valentino Rossi Fiat Yamaha Team 42m 50.099s
2. Jorge Lorenzo Fiat Yamaha Team 42m 51.121s
3. Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 42m 51.964s
4. Nicky Hayden Ducati Marlboro Team 42m 51.975s
5. Ben Spies Monster Yamaha Tech 3 42m 54.002s
6. Randy de Puniet LCR Honda MotoGP 42m 59.421s
7. Dani Pedrosa Repsol Honda Team 43m 6.607s
8. Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 43m 9.966s
9. Loris Capirossi Rizla Suzuki MotoGP 43m 10.992s
10. Hiroshi Aoyama Interwetten Honda MotoGP 43m 11.199s
11. Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 43m 21.737s
12. Hector Barbera Paginas Amarillas Aspar 43m 22.672s
13. Marco Melandri San Carlo Honda Gresini 43m 30.879s

Read More......
0

Pelacak Hilang HP LG KP105

|

Generasi terbaru HP LG. Mampu melacak keberadaan handphone jika terjadi kehilangan atau tindak pencurian. HP murah dengan desain yang menarik dan di lengkapi pelacak jika terjadi kehilangan, tentu menggiurkan para konsumen.

Bagaimana caranya bisa melacak HP jika terjadi kehilangan???. Menurut iklannya, LG KP105 ini akan mengirim SMS yang berisi nomor SIM pelaku pencurian dan dikirimkan ke nomor darurat ponsel si korban.

Untuk spesifikasi handphone ini adalah :

Model

Tipe : CandyBar
Dimensi : 101 x 46 x 12.9 mm
Berat : 65 g
Layar : 128 x 128 pixels, 1.5 inches
Warna layar : CSTN, 65K colors
Warna Hp : White, Black, Silver

Ringtone

Tipe : Polyphonic (16 channels)
Getar : Ya, Download
Memory : Internal
Koneksi : USB
Fitur Message : SMS
Browser : Ya
Game : Sudoku

Fitur lain
- Java
- FM Radio
- Built-in handsfree
- Alarm
- Calendar
- Calculator
- Memo
- T9

Baterai : Tipe Standard battery, Li-Ion 900 mAh Siaga 475 jam
Bicara : 4 jam 30 menit

Belum ada informasi lebih lanjut cara penggunaan pelacak ponsel hilang tersebut.


Read More......
0

Energi Listrik dari Laut

| Kamis, 08 April 2010

Untuk memperoleh daya listrik guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa pembangkit dengan memakai tenaga alam yang ramah lingkungan seharusnya dimanfaatkan dengan mengambil potensi alam yang justru ada di sekeliling kita misalnya sinar matahari, air, angin serta sumber energi nir-konvensional yang terbaharui dari lautan.

Energi Laut merupakan altrnatif energi 'terbaharui' termasuk sumberdaya non-hayati yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain menjadi sumber pangan, laut juga mengandung beraneka sumberdaya energi yang keberadaannya semakin signifikan manakala energi yang bersumber dari bahan bakar fosil semakin menipis. Laut sebagai ‘Last Frontier’ di bumi memang menjadi tujuan akhir menjawab tantangan kekurangan energi. Diperkirakan potensi laut mampu memenuhi empat kali kebutuhan listrik dunia sehingga tidak mengherankan berbagai negara maju telah berlomba memanfaatkan energi ini. Secara umum, lautan dapat memproduksi dua tipe energi yaitu energi dari kandungan air laut, perbedaan suhu dan salinitas (termodinamika) serta energi gelombang dan arus (mekanik/kinetika). Indonesia yang terletak di garis katulistiwa, hampir sepanjang tahun mendapat sinar matahari sekaligus memiliki lautan luas serta garis lingkar pantai yang panjang. Artinya kita memiliki sumber energi potensial yang sangat besar dan tidak ada habisnya. Dengan kondisi alam ini sudah semestinya kita tidak perlu khawatir akan kehabisan sumber energi. Persoalannya tinggal bagaimana kualitas manusia (SDM) didalamnya memanfaatkan dan mengelola potensi ini.

Lautan meliputi bumi lebih dari 70 persen, menjadikannnya wadah terbesar penyerap panas. Panas matahari menghangatkan bagian permukaan laut dibanding bagian dalamnya, dan perbedaan suhu inilah yang dapat dikonversi untuk menghasilkan energi. Tanda bahwa air laut mengandung arus listrik adalah adanya unsur Natrium Chlorida (NaCl) yang tinggi dan oleh H2O diuraikan menjadi Na+ dan Cl-. Dengan adanya partikel muatan bebas itu, maka ada arus listrik. Energi yang dihasilkan dari air laut memiliki keunggulan seperti ramah lingkungan dan tidak membutuhkan banyak dana. Dari beberapa percobaan sederhana, dua liter air laut sebagai elektrolit dialirkan ke rangkaian Grafit (anoda) dan Seng atau Zn (katoda) mampu menghasilkan tegangan 1,6 volt. Percobaan lanjutan dengan menggunakan air laut sebanyak 400 liter, dan accu (aki) bekas 12 volt mampu menghasilkan 9,2-11,8 volt.

Pada prinsipnya, air laut yang mengandung garam masuk ke dalam baterai (tabung aki), sehingga muncul reaksi yang menimbulkan tegangan. Besarnya arus dan tegangan yang dihasilkan tergantung dari kapasitas baterai atau aki. Semakin banyak aki yang digunakan dan tekanan air laut semakin besar, maka arus atau tegangan yang dihasilkan juga akan semakin tinggi. Dengan demikian, apabila percobaan dilakukan di pantai, maka energi listrik yang dihasilkan juga semakin besar. Dengan kata lain, lautan merupakan baterai laut raksasa.

Pemanfaatan energi dari lautan memberi harapan bagi kepentingan konservasi energi dan ekologi mengingat populasi manusia yang bertambah secara eksponensial. Masyarakat perlu listrik, ketersediaan udara dan air yang bersih serta tanah yang berproduktifitas. Bagaimanapun, membangun pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak, harga jual listriknya tetap akan mahal. Berbeda bila pembangkitnya menggunakan tenaga air laut, harga jual listrik relatif akan sama atau menjadi murah dan yang jelas pasti ‘berkelanjutan’. Pihak yang dipercayakan untuk membangun dipersilakan saja pilih pulau mana yang cocok dikembangkan, karena Indonesia memiliki ribuan pulau.

Energi lewat pembangkit listik tenaga laut juga memiliki hambatan dan tantangan secara ekologi terutama ekonomi, namun justru lebih bersih dari kemungkinan pencemaran dan dampak lingkungan lainnya. Kemampuan dan perkembangan teknologi sekarang ini memungkinkan untuk diterapkan dan dimanfaatkan. Bahkan, jika dibandingkan dengan tenaga angin maupun tenaga matahari, hingga kini, kedua sistem tersebut masih memiliki peluang merusak alam. Apalagi jika pembangkit masih terkait dengan tenaga yang diambil dari nuklir maupun minyak bumi, bahan pemicu peningkatan panas bumi.

Hambatan secara ekologi akibat pembangkit listrik dari teknologi termodinamika dan mekanika laut ini dapat diatasi dengan pemilihan lokasi instalasi yang tepat disertai retype model alat instalasi. Sedangkan tantangan ekonomi hanya terletak pada mahalnya biaya pembangunan dalam skala besar, sebenarnya setelah beroperasi persoalan tinggal bagaimana mereduksi biaya dari proses ekstraksinya. Para ahli dunia memprediksikan biaya untuk pembangkit listrik laut akan menurun seiring dengan berkembangnya teknologi dan akan segera mendapatkan keuntungan pasar. Sekali dibangun, instalasi energi listrik laut akan memiliki biaya operasi dan perawatan yang rendah karena bahan baku utama yang digunakan bukan bahan bakar fosil namun air laut dan ini tersedia gratis selama bumi masih ada.

Terdapat cukup banyak selat, perairan semi-tertutup, pantai terbuka bagi gelombang dan arus cukup deras berada di daerah kita semenanjung Sulawesi Utara seperti di perairan Likupang, Bitung, Siau sampai kepulauan Sangihe dan Talaud. Perairan ini mempunyai potensi yang baik untuk pembangkit listrik tenaga laut meskipun dengan skala kecil seperti teknologi Tidal Fence atau Tidal Turbine (relatif menguntungkan secara ekonomi dan ekologi). Dapat dibayangkan keuntungan yang diperoleh, misalnya teknologi Tidal turbine pada luasan sepanjang 3 km2 saja minimum menghasilkan 30 MW, sudah cukup memenuhi kebutuhan listrik Manado yang hanya sebesar 27 MW. Teknologi Tidal Fence yang juga dapat berfungsi sebagai jembatan penghubung antar pulau, minimum menghasilkan 200 MW sudah lebih cukup memenuhi kebutuhan listrik Sulut yang hanya 133 MW. Sekarang, tinggal bagaimana sumberdaya manusia (SDM) baik di pemerintahan dan di institusi-institusi pendidikan mengembangkannya. Pemerintah daerah yang hanya mengalokasikan dana pada sesuatu yang tidak perlu atau menerima investasi yang beresiko terhadap lingkungan lebih baik menanamkan investasi jangka panjang ‘berkelanjutan’ seperti ini bagi kemakmuran masyarakat.

Read More......
3

Energi Listrik dari Selokan

|

Energi listrik alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) kini semakin mudah dicari. Pasalnya, selokan yang meng alir di sepanjang jalan pun bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Kita tentu benci jika ada selokan berisi air pembuangan dan berbau tidak sedap. Tetapi jangan menghindarinya terlalu jauh. Dengan perubahan pola pikir, tanpa disadari, arus air selokan yang mengalir pelan mampu memberi energi listrik alternatif yang dapat menghidupi puluhan lampu kota.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), melalui Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PPTG), tengah mengaplikasikan sebuah perangkat berjuluk PAT (Pump As Turbine). Teknologi ini begitu unik karena hanya memanfaatkan aliran air yang begitu kecil. Tidak jauh-jauh harus ke waduk atau sungai, para peneliti cukup menaruh alat tersebut di selokan terdekat. Saat diujicobakan di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, PAT menunjukkan kinerja stabil dalam menyuplai listrik sebesar dua kilowatt (setara 2.000 watt).

Jika dikonversikan sebagai penerangan rumah, suplai listrik berdaya 2 kilowatt akan dapat menerangi 20 rumah, dengan asumsi satu rumah memakai kapasitas 50 watt. Jumlah yang lumayan membantu, padahal saluran air yang dibuat hanya sepanjang satu meter dengan kedalaman 20 hingga 30 sentimeter. Walau bisa untuk penerangan rumah, menurut Syahrul Aiman, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, tujuan utamanya lebih pada konversi energi untuk penerangan jalan di daerah-daerah.

“Temuan ini diharapkan bisa me ringankan beban pemerintah dae rah karena penerangan jalan membutuhkan energi listrik cukup besar,” paparnya. Jika digunakan untuk penerangan jalan, daya dua kilowatt mampu memenuhi suplai listrik lampu kota sejauh 500 meter. Arie Sudaryanto, peneliti dari B2PPTG, menilai keberadaan PAT lebih diperuntukkan bagi daerah- daerah yang kurang memiliki dana atau baru mengenal turbin pembangkit listrik. “Sejak tahun 1990-an, konsep PAT ini sudah dikembangkan sebagai bahan riset.

Sasaran yang dituju memang lebih pada lokasi-lokasi yang belum dijangkau Perusahaan Listrik Negara (PLN),” tegasnya. Karena itu, PAT dirasa dapat lebih bermanfaat jika difungsikan di tempat-tempat terpencil seperti di pinggiran Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, atau Sulawesi Tengah. Prinsip Dasar Teknologi PAT sebenarnya hanya menjadi sebuah pembalikan pola fungsional dari pompa air yang umum didapatkan di pasaran.

Jika ditilik dari persepsi kegunaan pompa air yang dijual secara masif, pompa air dibeli untuk membantu penyedotan air di dalam tanah dengan bantuan energi listrik. Nah, PAT menggunakan logika sebaliknya. Saat PAT ditanam di selokan, kerja fungsionalnya bukan untuk menyedot air selokan menggunakan listrik, melainkan memanfaatkan arus kecil air selokan yang secara alami mengalir untuk diubah secara mekanis menjadi energi listrik. Prinsip dasar dari PAT adalah sebuah pembangkit listrik pikohidro, satu level di bawah mikrohidro. Jika dengan mikrohidro energi listrik yang dihasilkan akan mampu mencapai 120 kilowatt, pikohidro hanya lima kilowatt. Prinsip ini memanfaatkan energi potensial, dalam hal ini diwakili oleh arus air berkapasitas kecil untuk diubah menjadi energi kinetik (gerak). Energi kinetik ini nantinya yang secara signifi kan dikonversikan menjadi energi listrik. Kronologinya, saat pertama hendak dibangun, perlu disediakan sebuah pompa air sentrifugal berbagai merek dengan tipe single phase, berdiameter 200 sentimeter kubik.

Pompa air ini selanjutnya diletakkan di tengah aliran arus air. Sebelum air “dipersilakan” masuk ke pompa, arus harus melewati bendungan yang dibangun di tengah- tengah saluran selokan. Bendungan ini berfungsi serupa dengan penyaring. Keberadaannya tentu untuk meng hindari masuknya hambatanhambatan berupa sampah mikro atau yang sebesar kayu. Penyaring ini berasal dari besi beton sepanjang tiga hingga empat sentimeter.

“Yang hingga kini kami sedang sesuaikan adalah besaran dari sekat-sekat penyaringnya, apakah akan membuat penyaring bersekat besar atau kecil. Karena pengombinasian sekat (sekat kecil dan besar diletakkan bersamaan) akan mengganggu debit air,” tukas Arie. Agar menghasilkan energi sebesar dua kilowatt, dibutuhkan debit air yang dapat mendorong turbin atau kincir di dalam pompa sebanyak 50 liter per detik. Ini setara dengan tiga galon air minum isi ulang yang harus terkucur dalam waktu satu detik. Jika digunakan sekat penyaring yang terlalu kecil, aliran air akan melambat sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan debit air.

Setelah dibendung, arus air akan dilewatkan ke dalam pipa penghubung antara pompa dengan bendungan. Pipa dapat menggunakan pipa PVC atau logam/plat besi. Semua bergantung pada kondisi lingkungan. Jika sering diterpa halangan dan hambatan, alangkah baiknya jika menggunakan pipa yang lebih kokoh. Karena menggunakan konsep terbalik dari kerja pompa konvensional, lubang yang seharusnya menjadi tempat keluarnya air justru menjadi saluran masuknya air dari luar.

Setelah masuk ke pompa melalui lubang air, air mengalir ke bagian bawah pompa. Alirannya langsung menuju ke daerah tempat turbin sudah menunggu dengan kincirnya. Air lalu akan dihantamkan ke baling- baling. Putaran kincir yang berupa energi kinetik itu akan ditransfer melalui poros pipa dan diarahkan ke flatbelt. Dan flatbelt ini akan menjadi kunci pengonversi energi kinetik menjadi energi listrik. Ini dikarenakan flatbelt harus membaca gerakan turbin sebelum masuk ke generator.

Dan di dalam generator inilah listrik diatur sedemikian rupa hingga mampu menghasilkan energi sebesar dua kilowatt.

Prosesnya kemudian tentu lebih berpusat pada manajemen energi, yang sepenuhnya dikendalikan pusat kendali (kontrol).

Kebutuhan akan kontrol ini merujuk pada kebanyakan masyarakat perdesaan yang menggunakan pembangkit listrik tenaga air melalui turbin menafikan manajemen energi. “Jika tidak ada kontrol, beban suplai listrik yang disalurkan ke masing-masing jaringan rumah akan disamaratakan. Kekhawatiran tentu menyeruak saat di siang hari seluruh lampu rumah dimatikan,” tambah dia. “Jika ada satu atau dua rumah tangga saja yang lupa mematikan listrik, maka load (beban) listrik yang seharusnya tersebar, malah terpusat pada beberapa rumah tangga saja,” papar Arie.

Andai ini terjadi, beban listrik pada rumah tersebut akan berlebih dan bisa mengakibatkan penggelembungan beban, yang sewaktuwaktu bisa pecah dan meledak. Karena itu, dipakai electronic load controller (ELC) yang mengatur besaran beban untuk kemudian disalurkan ke jaringan-jaringan yang perlu disuplai listrik. Pusat kendali ini dibuat sesederhana mungkin hingga menyerupai panel listrik biasa. Agar aman dari terjangan badai atau gangguan lingkungan lainnya, pusat kendali sekaligus pompa dibuatkan sebuah power house sebesar dua kali dua meter. Untuk melihat cost effectiveness dari pembangkit listrik model PAT ini, Arie belum dapat memperkirakannya karena masih dalam uji kelayakan.

Minimal setahun ke depan baru bisa didapatkan gambaran secara keseluruhan potensi turbin sederhana ini. Masalah yang masih menggelayuti hingga kini adalah bagaimana melakukan transfer teknologi dari perangkat ini. Masyarakat selama ini terbiasa menggunakan pembangkit dengan kincir kayu biasa, dan belum bisa dibiasakan dengan model pompa air terbalik ini.

Source : Koran Indonesia

Read More......
0

Sumber Energi Listrik

|

Listrik memegang peranan yang vital dalam kehidupan. Dapat dikatakan bahwa listrik telah menjadi sumber energi utama dalam setiap kegiatan baik di rumah tangga maupun industri. Mulai dari peralatan dapur hingga mesin pabrik-pabrik besar bahkan pesawat terbang, semua memerlukan listrik. Umumnya listrik diperoleh dari mengubah energi kinetik melalui generator menjadi listrik. Energi kinetik untuk menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil, seperti minyak, batubara dan gas atau bisa juga dari aliran air atau dari aliran udara. Intinya adalah energi listrik dihasilkan dari pengubahan sumber energi lain.

Sumber-sumber energi untuk listrik memiliki kelebihan dan kekurangan. Sumber energi fosil mudah diperoleh namun bersifat polutif dan cadangannya terbatas. Sementara sumber energi aliran air atau angin relatif bersih, tak terbatas (renewable) namun tidak selalu ada. Kebutuhan listrik di Indonesia saat ini sebagian besar disupply dari sumber energi fosil. Dalam beberapa waktu terakhir ini, harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan yang sangat berarti. Cadangan minyak bumi pun semakin menipis dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun mendatang. Cadangan batubara dan gas pun jumlahnya terbatas (unrenewable energy). Disamping itu, saat ini terjadi pemanasan global akibat polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sumber energi fosil. Hal ini menuntut kita mencari sumber energi alternatif yang bersih dan tidak terbatas untuk menghasilkan listrik.

Salah satu energi alternatif untuk menghasilkan listrik adalah energi angin. Energi angin tidak polutif dan renewable. Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara. Tekanan udara terjadi akibat pemanasan matahari terhadap atmosfir dan permukaan bumi. Terjadinya perbedaan tekanan udara ini menyebabkan sirkulasi udara di atmosfir. Dengan energi aliran angin ini, diharapkan supply energi listrik dapat terjaga.

Potensi Energi Listrik dari Angin

Salah satu energi yang bersih dan renewable yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik adalah energi angin. Teknologi untuk menghasilkan listrik dari angin disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Bayu) PLTB atau sistem konversi energi angin SKEA. Teknologi ini mengkonversi energi kinetik dari angin menjadi energi untuk memutar bilah rotor dalam sebuah generator sehingga dihasilkan listrik yang bebas polusi. Perkembangan teknologi ini menjadikan proses konversi ini semakin efisien sehingga energi angin menjadi alternatif untuk menghasilkan energi listrik.

Indonesia termasuk tertinggal dalam memanfaatkan energi angin sebagai sumber energi listrik. Indonesia yang terletak di jalur khatulistiwa mempunyai potensi angin dengan peringkat kecil hingga sedang dengan kecepatan rata-2 3-5m/s. Perubahan iklim akibat pemanasan global ternyata meningkatkan potensi angin di Indonesia terutama di daerah-daerah tertentu seperti di Nusa Tenggara, pantai selatan Jawa Sumatera dan Sulawasi Selatan. Peta potensi angin di Indonesia:


Read More......
0

Karakteristik Pemakai Energi Listrik

|

I. PENDAHULUAN

Dalam suatu industri/pabrik energi listrik umumnya digunakan untuk menggerakkan motor-motor listrik, air conditional (ac), lighting/penerangan sistem keamanan (security sistem) dan lain lain. Motor motor listrik dan penerangan adalah pemakai daya listrik yang besar dalam industri. Walaupun terdapat aneka jenis motor listrik untuk memenuhi kebutuhan dayayang besar dalam industri biasanya dipakai motor induksi biasanya 3 fasa, sedangkan untuk penerapan daya yang kecil digunakan motor induksi 1 fasa. Motor DC juga sekarahg ban yak digunakan dalam industri dengan bantuan penyearah. Beban penerangan juga merupakan pemakai energi listrik yang banyak dalam industri agar diperoleh kenyamanan dalam pekerjaan.

II. KARAKTERISTIK PEMAKAI ENERGI LISTRIK

II.1. Motor-motor Listrik


Pada umumnya motor-motor listrik (motor induksi) mempunyai berbagai kerugian seperti : rugi-rugi tembaga, rugi-rugi inti, rugi rugi gesekan dan rugi rugi lilitan. Apabila daya dimasukkan kesuatu beban listrik, yang mempunyai berbagai kerugian inti besi (iron core loasses), seperti motor motor induksi, maka daya total yang disampaikan bertambah kecil oleh efek kerugian tersebut, sehingga power factor akan menjadi rendah, yang mengakibatkan daya yang digunakan hanya sebagian saja (dari daya yang dimasukkan), setara dengan power factor dari daya itu. Dengan demikian daya tidak dimanfaatkan secara penuh, sedangkan pihak lain kerugian kerugian tembaga didasarkan pada lairan arus total, oleh karena itu efisiensi sistem menjadi rendah. Kondisi power factor rendah dapat dikoreksi dengan pemasangan suatu beban capasitor yang dapat berubah ubah sesuai dengan perubahan beban induktif. Dalam pengiritan listrik efisiensi dan power factor yang diinginkan setinggi tingginya dalam kaitannya dengan motor motor listrik.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efek terhadap efisiensi motor yaitu :
- desin motor
- pembebanan motor
- voltase

Sekarang sudah banyak dijual dipasaran motor-motor induksi yang tinggi efisiensinya
(efisiensi energi) untuk berbagai pemakaian dengan waktu pengembalian investasii
yang baik sekali. Pembebanan motor arus disesuaikan dengan secara cermat dengan

beban yang didesain untuk dipikul motor. Motor yang terlalu kecil akan panas, dan
lama kelamaan menyebabkan kerusakan isolasi, sebaliknya motor terlalu besar akan
bekerja pada power faktor yang rendah dan efisiensi yang lebih rendah dari pada
motor yang ukurannya tepat.

Performansi suatu motor dipengaruhi secara langsung oleh voltase yang diterapkan.
Operasi melampau ± 10 persen dari voltase yang diizinkan pelat nama motor
hendaknya dihindarkan. Kira-kira 20 persen dari energi poros yang disampaikan motor-motor listrik keperalatan yang digerakkannya terbuang begitu saja. Dan besaran itu, 12,5 persen dapat langsung disebabkan oleh methode-methode trotel konvensional. Dari pada penerapan trotel, disarankan memakai penggerak putaran yang dapat disesuaikan. Penggerak putaran yang dapat disesuaikan paling umum tanpa harus mengganti motor adalah dengan menggunakan kendala putaran frekuensi variable voltase variable. Telah dltaksir bahwa 80 persen dari energi yang terbuang sia-sia tersebut dapat direbut kembali dengan menggunakan kendali-kendali tersebut.

II. 2 PENERANGAN (LIGHTING)

Kebutuhan penerangan suatu industri merupakan ebban listrik yang besar yang akan
mempengaruhi besarnya tagihan listrik. Untuk itu desai penerangan yang irit listrik
perlu diterapkan.

Ada beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi suatu desai penerangan yang
efisien pemakaian listriknya yaitu :
- Penetapan intensitas cahaya yang perlu bagi tugas tertentu yang dilakukan
- Pemakaian sumber cahaya paling efisien untuk menghasilkan intensitas tersebut.
- Pemusatan cahaya hanya pada tempat dimana tugas tertentu sedang dilakukan.
- Membatasi pemakaian cahaya hanya didaerah dimana tugas tertentu sedang
dilakukan.

Dengan persyaratan dasar ini sering terpaksa diserasikan melalui kompromii berhubung adanya keaneka ragaman tugas disuatu daerah tertentu, sedangkan orangpun bergerak kian kemari disekitar atau dalam daerah tempat kerjanya. Disamping itu, pengendalian sillaunya cahaya, nisbah terangnya cahaya, temperatur warna dan estetika juga ikut sertakan dalam pertimbangan untuk menetapkan desain akhir suatu sistem penerangan.
Dari persayaratan ini, langkah-langkah suatu upaya pengiritan listrik bagi suatu sistem penerangan adalah :
- Menciutkan tingkat penerangan (intensitas) yang lebih besar dari pada yang
diperlukan disemua tempat didalam dan diluar gedung.
- Memakai lampu fitting (fixtures, luminaires) yang lebih efisien dari pada yang
telah dipakai.
- Melakukan pengendalian secara manual dan atau otomatis terhadap berbagaii
peralatan penerangan didaerah tertentu.
- Melakukan perawatan secara teratur.
- Melancarkan program "sadar listrik" yang intensif bagi semua staf dan karyawan
untuk mendapatkan partisipasi mereka yang aktif dalam mengendalikan beban listrik bagi penerangan.

Menurunkan ketinggian dari lampu-lampu yang memberi penerangan umum adalah cara efektif untuk menciutkan pemakaian daya untuk penerangan. Pemakaian lampu neon/TL (flu ourescent) dan lampu HID (natrium tekanan tinggi dan Halid logam), dapat dipertimbangkan bagi suatu penghematan pemakaian listrik. Lampu natrium tekanan rendah (low pressure sodium lamps) walaupun mempunyaii efektivitas (efficacy diukur dalam lumen/watt) tinggi, tetapi mempunyai cara menghasilkan (rediction) warna yang kurang baik sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian apabila warna merupakan pertimbangan yang utama. Pemakaian lampu pijar sebaiknya digunakan dalam jumlah yang sedikit tetapi setiap lampu mempunyai jumlah watt yang lebih tinggi. Apabila operasi bangunan penerangan terus menerus selama 24 jam, seperti halnya suatu pusat komputer, maka pemasangan berbagai kendali tidak akan menguntungkan. Akan tetapi apabila fungsii gedung adalah sedemikian rupa hingga penerangan disemua atau sebagian dari kawasan / ruang gedung tersebut dapat dipadamkan untuk beberapa waktu, maka terdapatlah peluang untuk mengirit pemakaian listrik dengan pemasangan bergagai
kendali. Sistem kendali harus didasarkan pada penggunaan ruang, didalam ruangan dimana para penghuninya dimaksudkan mendalikan sendiri penerangannya. Alat kendali
(kontrol device) haruslah ditempatkan sedemikan rupa hingga memberi kemudahan
untuk mengaktifkannya.

Efisien dari sebuah sumber cahaya bergantung pada sejauh mana berbagai fittingnya
perlengkapan dirawat dengan baik. Sebuah lampu yang menghasilkan 20 lumens per watt apabila terpasang dalam keadaan sebenarnya hanya menyinarkan 10 lumens jika terbalut oleh lapisan debu. Bola lampu harus diganti jika mulai berkurang cahayanya (menyuram) sebelum terbakar.

III. PENUTUP


Pemakaian / penggunaan energi listrik yang terkendali dalam suatu industri akan
berarti ongkos / biaya operasi perusahaan akan lebih rendah, sehingga perusahaan
dapat memperoleh dana tambahan untuk membiayai berbagai program peningkatan
produktifitas tenaga kerja, mesin dan peralatannya yang pada gilirannya akan
meningkatkan daya saing perusahaan.
Dengan mengetahui karakteristik pemakai energi listrik, maka kita dapat melakukan
penghematan pemakaian energi listrik. Penghematan pemakaian energi dalam industri
harus mendapat perhatian khusus / utama karena industri merupakan sumber
pengguna energi listrik yang cukup besar.

DAFTAR PUSTAKA


1. EUGENE,C,LISTER, Electric Circuits And Machines
2. B.L.THERAJA 1980, Electrical Teknologi
3. EDDY WARMAN, IR, Memperkecil pemakaian / rekening KVARH
4. FILINO HARAHAP, PhD, Manual untuk pelatihan pengiritan pemakaian listrik dalaml
sektor komersil.
5. SURYA HARDI, EDDY WARMAN, SATRIA GINTING, Suatu Model Ekonometrik Analisis
Kebutuhan Energi Listrik.

Author : Ir.EDDY WARMAN

Read More......
0

Tips Menghemat Energi Listrik

|

Tagihan listrik bulanan kadang kala mebuat kita pening. Karena pemakaian yang tidak sesuai kebutuhan akan menaikan tagihan bulanan. Untuk itu diperlukan penghematan dalam pemakaian listrik. Berikut ini tips tentang cara menghemat energi listrik:

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN

1. Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
2. Padamkan lampu pada siang hari.
3. Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
4. Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
5. Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
6. Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA

1. Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
2. Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
3. Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
4. Kontrol temperature dengan termostat.
5. Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
6. Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
7. Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
8. Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
9. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
10. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
11. Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR

1. Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
2. Gunakan pelampung air di penampungan.
3. Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
4. Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian.

Penyebabnya adalah sebagai berikut :

– Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.

– Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.

– Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI

1. Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
2. Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
3. Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
4. Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN

1. Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
2. Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
3. Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
4. Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
5. Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
6. Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
7. Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
8. Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
9. Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
10. Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

1.Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
2.Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
3.Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
4.Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA

1. Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
2. Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
3. Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
4. Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
5. Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
6. Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
7. Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
8. Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
9. Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Read More......
0

10 Tips Tetap Aman di Facebook

| Selasa, 06 April 2010

Pengguna Facebook adalah mangsa mudah bagi pelaku kriminal seiring dengan banyaknya orang berbagi informasi. Perusahaan antivirus menyediakan 10 tips menyangkut hal itu. Pelaku kriminal telah memanen dan menjual informasi milik pengguna Facebook, mencuri identitas, mengirim spam dan virus berbahaya.

“Setiap hari orang menempatkan diri mereka dalam risiko dengan mengklik secara tidak hati-hati terhadap undangan yang dikirim oleh teman untuk bergabung dalam grup atau menulis dalam dinding mereka,” ujar Manajer Pemasaran AVG Lloyd Borret.

“Mereka menaruh semua informasi personal termasuk tanggal lahir dan foto di dalam halaman mereka. Mereka bahkan merespon permintaan Facebook palsu,” tambah Borret.
Untuk membantu agar pengguna tetap aman di Facebook, AVG memberikan 10 tips :

1. Pikirkan apa yang akan ditambahkan; menerima permintaan yang disediakan oleh teman baru dengan akses posting, foto, pesan dan informasi latar belakang tentang pribadi Anda. Perhatikan daftar teman dan pikirkan kembali siapa yang berhak mengakses barang pribadi anda.

2. Cek pengaturan privasi. Facebook baru-baru ini melakukan pembaruan, mengatur privasi dari awal bisa sangat berarti.

3. Alasan berada di Facebook. Apakah berbagi foto? Tetap berhubungan dengan orang lain? Berbagi link dan pembaruan aktivitas? Tanyakan diri sendiri apa yang ingin diperoleh dengan profil pribadi. Dengan demikian akan lebih memangkas informasi pribadi yang ada di publik.

4. Cerdas tentang password. coba untuk tidak menggunakan password yang sama untuk seluruh akun. Pikirkan tipe pertanyaan keamanan yang dipasang dan di mana akan mengirim pembaruan tersebut.

5. Waspada penggunaan komputer. Ketika masuk ke dalam suatu akun dari komputer yang berbeda-beda, periksa bahwa komputer tersebut tidak menyimpan alamat email ataupun password.

6. Hati-hati dengan yang dikatakan. Sekali pembaruan status dan komentar diposting, setiap orang dapat melihat, menduplikasi dan memposting kembali di mana pun dan kapan pun. Apakah Anda ingin orang lain tahu bahwa Anda akan di rumah sendirian malam ini atau pergi liburan pekan depan?.

7. Perhatikan serangan phising. Banyak usaha yang dilakukan untuk memperoleh log-in pengguna dan password dengan cara menipu pengguna dengan email Facebook palsu. Jangan pernah mengidahkan link email yang meminta untuk me-reset password. Kalau perlu untuk me-reset langsung saja ke halaman Facebook.

8. Ambil langkah segera. Jika teman-teman mulai menerima spam atau pembaruan status yang muncul tetapi tidak dibuat oleh pengguna sendiri maka akun tersebut kemungkinan tersusupi. Segera lakukan perubahan password. Jika tidak bisa masuk ke akun pribadi, segera pergi ke link Help di bagian bawah Facebook dan klik Security untuk memberitahu Facebook.

9. Lindungi perangkat mobile. Banyak ponsel yang memiliki akses langsung ke situs jejaring sosial, termasuk Facebook. Waspada terhadap siapapun yang mengakses ponsel dan pastikan akun yang dimiliki sudah log-out.

10. Monitor aktivitas mencurigakan. Awasi aktivitas mencurigakan di dinding Anda, jejak berita dan kotak masuk Facebook. Jangan pernah mengklik link mencurigakan. Lihat lebih dekat, jika link yang dimaksud tidak otentik, jangan pernah mengkliknya.
Source : http://www.artikeltentangkomputer.co.cc/

Read More......
3

Kenangan Bersama Novi

| Senin, 05 April 2010

Kenangan Yang Tak Bisa Q Lupa Bersamamu.. Namun kini dirimu pergi....


video

Read More......
1

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi

| Kamis, 01 April 2010

SUTET adalah singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi dengan kekuatan 500 kV yang ditujukan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat-pusat pembangkit yang jaraknya jauh menuju pusat-pusat beban sehingga energi listrik bisa disalurkan dengan efisien. Berbagai macam kekhawatiran muncul akan dampak SUTET terhadap kesehatan bagi penduduk yang tinggal di wilayah yang dilewati jalur SUTET.

* Hasil penelitian yang sangat mempengaruhi pandangan masyarakat dunia tentang hubungan kanker otak pada anak dengan paparan medan elektromagnetik adalah hasil penelitian Wertheimer dan Leper tahun 1979, yang sempat menggoncangkan dunia karena risiko negatif yang dilaporkannya. Sejak penelitian tersebut, berbagai studi epidemiologi dan laboratorium lainnya dilakukan sebagai replikasi dan eskpansi penelitian Wertheimer di berbagai negara. Namun hasil yang didapat justru beragam, bahkan sebagian besar bersifat kontradiktif. Dilaporkan, studi Feyching dan Ahlboum, 1993, meta analisisnya merupakan penelitian yang mendukung hasil Wertheimer, sedangkan studi National Cancer Institute (NCI) tahun 1997 di Amerika Serikat, studi Kanada 1999, studi Inggris 1999-2000 dan studi Selandia Baru menemukan hasil yang tidak mendukung Wertheimer.

* Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Gerald Draper dan koleganya dari Chilhood Cancer Research Group di Oxford University dan Dr. John Swanson, penasehat sains di National Grid Transco, menemukan bahwa anak-anak yang tinggal kurang dari 200 meter dari jalur tegangan tinggi, saat dilahirkan memiliki risiko menderita leukimia sebesar 70 persen daripada yang tinggal dari jarak 600 meter atau lebih. Ditemukan lima kali lipat lebih besar kasus leukimia pada bayi yang dilahirkan di daerah sekitar SUTET atau sebesar 400 dalam setahun dari 1 persen jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Secara keseluruhan, anak-anak yang hidupnya dalam radius 200 meter dari tiang tegangan tinggi sekitar 70 persen diantaranya terkena leukimia dan yang hidup antara 200-600 meter sekitar 20 persen dibandingkan dengan yang tinggal lebih dari 600 meter. Walaupun demikian, peningkatan risiko leukemia masih ditemukan pada jarak dimana besar medan listrik bernilai di bawah kondisi di dalam rumah, sehingga disimpulkan bahwa peningkatan risiko leukemia tidak diakibatkan oleh medan listrik atau medan magnet yang diakibatkan oleh SUTET.

* Berdasarkan hasil penelitian Dr. dr. Anies, M.Kes. PKK, pada penduduk di bawah SUTET 500 kV di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal (2004) menunjukkan bahwa besar risiko electrical sensitivity pada penduduk yang bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV adalah 5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang tidak bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pajanan medan elektromagnetik yang berasal dari SUTET 500 kV berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk, yaitu sekumpulan gejala hipersensitivitas yang dikenal dengan electrical sensitivity berupa keluhan sakit kepala (headache), pening (dizziness), dan keletihan menahun (chronic fatigue syndrome). Hasil penemuan Anies menyimpulkan bahwa ketiga gejala tersebut dapat dialami sekaligus oleh seseorang, sehingga penemuan baru ini diwacanakan sebagai "Trias Anies".

* Corrie Wawolumaya dari Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pernah melakukan penelitian terhadap pemukiman di sekitar SUTET. Hasilnya tidak ditemukan hubungan antara kanker leukemia dan SUTET [2]

* John Moulder mencoba menarik kesimpulan dari ratusan penelitian tentang dampak SUTET terhadap kesehatan. Moulder menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara medan tegangan listrik dan kesehatan manusia (termasuk kanker). Walaupun demikian medan tegangan listrik belum bisa dibuktikan benar-benar aman. Selain itu disepakati juga bahwa jika ada bahaya kesehatan terhadap manusia, maka itu hanya terjadi pada sebagian kecil kelompok.

* WHO berkesimpulan bahwa tidak banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh medan listrik sampai 20 kV/m pada manusia dan medan listrik sampai 100 kV/m tidak mempengaruhi kesehatan hewan percobaan. Selain itu, percobaan beberapa sukarelawan pada medan magnet 5 mT hanya memiliki sedikit efek pada hasil uji klinis dan fisik.

Sumber : Wikipedia

Read More......
1

Teknologi Boiler CFB

| Selasa, 30 Maret 2010

Kali ini saya akan membahas tentang teknologi boiler CFB. Materi ini saya dapat dari kerja praktek lapangan di sebuah PLTU. Alat2nya super canggih, diantaranya teknologi boilernya.

Konsep dasar Boiler CFB (circulating Fluidized Bed ) adalah Boiler stoker ( unggun fluidisasi ), dimana batu bara dibakar diatas rantai berjalan dan di beri hembusan udara dari sisi bawah, sehingga batu bara membara diatas rantai berjalan tersebut. Setelah dilakukan repowering dan redesigning, maka didapatkanlah jenis boiler dengan tife CFB. Berikut ini dibahas secara singkat pengertian, bagian – bagian boiler, konsep pembakaran, perbandingan konsep boiler CFB dan Pulvurized Coal, prosedur umum operasi, proses pembakaran, control pembakaran, dll.

Perbandingan Boiler CFB dengan Boiler PC

Teknologi boiler tipe CPB ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis boiler Pulvurized Coal yang kita kenal selama ini. Berikut ini adalah beberapa perbandingan boiler Tipe CFB dan Boiler PC (Pulvurized Coal).


Prosedur Umum Firing / Start Up pada boiler tipe CFB

Seperti jenis boiler lainnya, pertama-tama dilakukan Purging selama 5 menit untuk membersihkan ruang bakar dari gas-gas yang berpotensial menimbulkan ledakan pada saat burner dinyalakan. Setelah Purging selesai, dua burner (sisi berberangan) dinyalakan.
Kenaikan temperature furnace dijaga tidak lebih dari 95oC perjam untuk menjaga material dari termal stress dan menjaga refracotory agar tiak reta. Setelah temperature furnace 530oC batu bara dimasukkan melalui 3 coal feeder pada minimum flow rate ( 6 ton/jam )/coal feeder sambil kedua burner masih menyala. Setelah temperature Furnace mencapai 660oC, kedua burner dimatikan satu persatu.
Selanjutnya pembakaran dilanjutkan dengan batu bara. Selama boiler beroperasi tidak diperlukan support burner, karena dapat menyebabkan material bed meleleh. Burner hanya digunakan pada sat proses start up sampai temperature yang diizinkan ditas.
Salah satu kelebihan boiler type CFB adalah restart pada saat trip boiler. Pada boiler tipe CFB, trip boiler disebut MFT (Master Fuel Trip), Ada dua kondisi MFT pada boiler CFB , yaitu :
1. MFT + Fan ( PA, SA ID FA Blower ) Trip.
Pada kondisi ini boiler harus dipurging kembali kemudian burner dinyalakan.
2. MFT Only ( Trip Coal Feeder ). Pada kondisi ini jika:
- Temperature Furnace ≥ 660oC. Langsung Start Coal Feeder tanpa purging.
- Temperature Furnace ≥ 530oC. Langsung Start Oil Burner tanpa Purging.
- Temperature Furnace < 530oC. Dilakukan purging ulang lalu Start Oil burn.

Proses Pembakaran dalam Furnace


1. Coal dan Limestone dimasukkan kedalam Furnace, setelah fluidizing air / primary air dari air plenum melalui nozzle grate. Tekanan primary air menyebabkan bed material melayang di bagian bawah Furnace ( primary zone ).
2. Aliran udara turbulen menyebabkan coal cepat bercampur dengan limestone secara merata dengan bed material. Fluidizing air / primary air dan bed temperature menyebabkan material terbakar dan sirkulasi.
3. Material batu bara yang telah terbakar semakin lama naik ke bagian upper furnace karena massanya berkurang, kemudian masuk ke cyclone, batu bara menabrak vortex vendor, sehingga flue gas dan Fly ash terpisah dari material.
4 Material solid berputar menuju cyclone outlet cone dengan batuan udara dari Fluidizing air blower menuju seal pot dan diinjeksikan kembali ke furnace melalui seal pot return duct.

Kontrol Pembakaran di dalam Furnace

- Preassure drop of primary zone ( chamber utama ) yang mengindikasikan density dari bed material sebagai variable control yang digunakan untuk mengontrol bed temperature.
- Pressure drop of secondary zone (chamber bagian atas) mengindikasikan density dari upper furnace digunnakan untuk mengevaluasi jumlah material.
- Bed temperature sebagai parameter yang dikontrol untuk menghasilkan pembakaran yang efisien.
- temperature flu gas di transition piece sebagai variabel kontrol.
- Exess air sebagai parameter yang dikontrol (20%).

Reaksi Limestone di dalam Furnace untuk menurunkan kadar SOx

CaCo3 + O2 …………. CaO + Co2
CaO + SO2 …………… CaSO3
CaSO3 + ½ O2 ………... CaSO4 (Gypsum)

Read More......
2

Jadwal World Cup 2010

| Senin, 29 Maret 2010

Nich... ada jadwal piala dunia 2010:

Grup A

RCTI/Global TV 11/06/2010 Jumat 21:00 - Afrika Selatan vs Meksiko - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 01:30 - Afrika Selatan vs Uruguay - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 01:30 - Prancis vs Meksiko - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)

RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 21:00 - Prancis vs Afrika Selatan - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 21:30 - Meksiko vs Uruguay - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

Group B


RCTI/Global TV 12/06/2010 Sabtu 21:00 - Argentina vs Nigeria - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 18:30 - Korea Selatan vs Yunani - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 18:30 - Argentina vs Korea Selatan - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 21:00 - Yunani vs Nigeria - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 01:30 - Nigeria vs Korea Selatan - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 01:30 - Yunani vs Argentina - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)

Group C


RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 01:30 - Inggris vs Amerika Serikat - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 18:30 - Aljazair vs Slovenia - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)

RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 21:00 - Slovenia vs Amerika Serikat - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 01:30 - Inggris vs Aljazair - (Cape Town Stadium, Cape Town)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 21:00 - Slovenia vs Inggris - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 21:00 - Aljazair vs Amerika Serikat - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

Group D

RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 21:30 - Serbia vs Ghana - (Pretoria)

RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 01:30 - Jerman vs Australia - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 18:30 - Jerman vs Serbia - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 21:00 - Ghana vs Australia - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 01:30 - Ghana vs Jerman - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 01:30 - Australia vs Serbia - (Mbombela Stadium, Nelspruit)

Group E


RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 18:30 - Belanda vs Denmark - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 21:00 - Jepang vs Kamerun - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 18:30 - Belanda vs Jepang - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 01:30 - Kamerun vs Denmark - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 01:30 - Denmark vs Jepang - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 01:30 - Kamerun vs Belanda - (Cape Town Stadium, Cape Town)

Group F

RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 01:30 - Italia vs Paraguay - (Cape Town)

RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 18:30 - Selandia Baru vs Slovakia - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 18:30 - Slovakia vs Paraguay - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 21:00 - Italia vs Selandia Baru - (Mbombela Stadium, Nelspruit)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 21:00 - Slovakia vs Italia - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 21:00 - Paraguay vs Selandia Baru - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)

Group G


RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 21:00 - Pantai Gading vs Portugal - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 01:30 - Brasil vs Korut - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 01:30 - Brasil vs Pantai Gading - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 18:30 - Portugal vs Korut - (Cape Town Stadium, Cape Town)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 21:00 - Portugal vs Brasil - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 21:00 - Korut vs Pantai Gading - (Mbombela Stadium, Nelspruit)

Group H


RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 18:30 - Honduras vs Chile - (Mbombela Stadium, Nelspruit)

RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 21:00 - Spanyol vs Swiss - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 21:00 - Chile vs Swiss - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 01:30 - Spanyol vs Honduras - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 26/06/2010 Sabtu 01:30 - Swiss vs Honduras - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 26/06/2010 Sabtu 01:30 - Chile vs Spanyol - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

*NB : Jadwal bisa berubah setiap saat

Read More......
1

GENERATOR ARUS BOLAK – BALIK

| Minggu, 28 Maret 2010

Pengertian Generator

Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover atau penggerak mula. Prinsip kerja dari generator sesuai dengan hukum Lens, yaitu arus listrik yang diberikan pada stator akan menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat melawan putaran rotor sehingga menimbulkan EMF pada kumparan rotor.

Tegangan EMF ini akan menghasilkan suatu arus jangkar. Jadi diesel sebagai prime mover akan memutar rotor generator, kemudian rotor diberi eksitasi agar menimbulkan medan magnit yang berpotongan dengan konduktor pada stator dan menghasilkan tegangan pada stator. Karena terdapat dua kutub yang berbeda yaitu utara dan selatan, maka pada 90o pertama akan dihasilkan tegangan maksimum positif dan pada sudut 270o kedua akan dihasilkan tegangan maksimum negatif. Ini terjadi secara terus menerus/continue. Bentuk tegangan seperti ini lebih dikenal sebagai fungsi tegangan bolak-balik.


Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga. Dalam generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau stator dari mesin

Prinsip Kerja Generator AC


Gambar : Rangkaian Ekivalen Generator AC



Gambar : Prinsip Kerja Generator AC


Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi elektromagnetik. Tegangan bolak-balik akan dibangkitkan oleh putaran medan magnetik dalam kumparan jangkar yang diam. Dalam hal ini kumparan medan terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator. Nilai dari tegangan yang dibangkitkan bergantung pada :
1. Jumlah dari lilitan dalam kumparan.
2. Kuat medan magnetik, makin kuat medan makin besar tegangan yang
diinduksikan.
3. Kecepatan putar dari generator itu sendiri.
Prinsip generator ini secara sederhana dapat dijelaskan bahwa tegangan akan diinduksikan pada konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penghantar bergerak, arah medan magnet, dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi. Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini juga berlaku apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang digerakkan.
Terdapat dua jenis konstruksi dari generator ac, jenis medan diam atau medan magnet dibuat diam dan medan magnet berputar.

Eksitasi Generator AC

Sistem eksitasi secara konvensional dari sebuah generator arus bolak-balik terdiri atas sumber arus searah yang dihubungkan ke medan generator ac melalui cincin-slip dan sikat-sikat. Sumber dc biasanya diperoleh dari generator arus searah yang digerakkan dengan motor atau penggerak mula yang sama dengan penggerak mula generator bolak-balik. Setelah datangnya zat padat, beberapa sistem eksitasi yang berbeda telah dikembangkan dan digunakan. Salah satunya adalah daya diambil dari terminal generator ac, diubah ke daya dc oleh penyearah zat padat dan kemudian dicatu ke medan generator ac dengan menggunakan cincin-slip konvensional dan sikat-sikat.

Dalam sistem serupa yang digunakan oleh generator dengan kapasitas daya yang lebih besar, daya dicatukan ke penyearah zat padat dari lilitan tiga fase terpisah yang terletak diatas alur stator generator. Satu-satunya fungsi dari lilitan ini adalah menyediakan daya eksitasi untuk generator. Sistem pembangkitan lain yang masih digunakan baik dengan generator sinkron tipe kutub-sepatu maupun tipe rotor-silinder adalah sistem tanpa sikat-sikat, yang mana generator ac kecil dipasang pada poros yang sama sebagai generator utama yang digunakan untuk pengeksitasi. Pengeksitasi ac mempunyai jangkar yang berputar, keluarannya kemudian disearahkan oleh penyearah dioda silikon yang juga dipasang pada poros utama.

Keluaran yang telah disearahkan dari pengeksitasi ac, diberikan langsung dengan hubungan yang diisolasi sepanjang poros ke medan generator sinkron yang berputar. Medan dari pengeksitasi ac adalah stasioner dan dicatu dari sumber dc terpisah. Berarti tegangan yang dibangkitkan oleh generator sinkron dapat dikendalikan dengan mengubah kekuatan medan pengeksitasi ac. Jadi sistem pengeksitasi tanpa sikat tidak menggunakan komutator yang akan memperbaiki keandalan dan menyederhanakan pemeliharaan umum.

Sistem Start

Ada tiga macam jenis start yang dapat dilakukan pada generator yaitu :
1. Dengan Penggerak Mula
Untuk sistem start dengan penggerak mula biasanya berupa mesin diesel untuk kapasitas daya yang kecil, turbin air atau turbin uap untuk kapasitas daya menengah dan turbin uap untuk kapasitas daya yang sangat besar.

2. Pengubah Frekuensi
Motor sinkron mendapat pengisian dari sebuah generator sinkron khusus. Pengisian dilakukan dengan arus tukar berfrekuensi variabel dari hampir nol hingga mencapai frekuensi nominal. Dengan demikian motor sinkron mengalami start mulai putaran hampir nol hingga mencapai putaran nominal.

3. Sebagai Generator Rotor Sangkar/Start Asinkron
Dalam hal ini rotor mesin dilengkapi suatu belitan yang bekerja sebagai sangkar asinkron. Dengan demikian selama start mesin bekerja sebagai motor tak serempak. Dengan start asinkron pada kumparan medan dapat dihasilkan gaya-gaya gerak listrik yang tinggi, disebabkan jumlah lilitan magnet yang biasanya besar. Gaya-gerak listrik yang tinggi ini bukan saja dapat merusak mesin, melainkan dapat juga menimbulkan bahaya bagi personil yang melayani mesin sinkron itu. Untuk menghindari bahaya ini kumparan magnet selama start dapat dibagi dalam beberapa belitan, yang masing-masing dihubungsingkatkan. Setelah mencapai putaran sinkron, hubungan ini dilepaskan. Dalam hal ini sistem start yang digunakan pada generator set GSC 05 adalah dengan penggerak mula.


Read More......

Contact


Your Name
Your Email Address
Subject
Message
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]