3

Energi Listrik dari Selokan

| Kamis, 08 April 2010

Energi listrik alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) kini semakin mudah dicari. Pasalnya, selokan yang meng alir di sepanjang jalan pun bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Kita tentu benci jika ada selokan berisi air pembuangan dan berbau tidak sedap. Tetapi jangan menghindarinya terlalu jauh. Dengan perubahan pola pikir, tanpa disadari, arus air selokan yang mengalir pelan mampu memberi energi listrik alternatif yang dapat menghidupi puluhan lampu kota.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), melalui Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PPTG), tengah mengaplikasikan sebuah perangkat berjuluk PAT (Pump As Turbine). Teknologi ini begitu unik karena hanya memanfaatkan aliran air yang begitu kecil. Tidak jauh-jauh harus ke waduk atau sungai, para peneliti cukup menaruh alat tersebut di selokan terdekat. Saat diujicobakan di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, PAT menunjukkan kinerja stabil dalam menyuplai listrik sebesar dua kilowatt (setara 2.000 watt).

Jika dikonversikan sebagai penerangan rumah, suplai listrik berdaya 2 kilowatt akan dapat menerangi 20 rumah, dengan asumsi satu rumah memakai kapasitas 50 watt. Jumlah yang lumayan membantu, padahal saluran air yang dibuat hanya sepanjang satu meter dengan kedalaman 20 hingga 30 sentimeter. Walau bisa untuk penerangan rumah, menurut Syahrul Aiman, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, tujuan utamanya lebih pada konversi energi untuk penerangan jalan di daerah-daerah.

“Temuan ini diharapkan bisa me ringankan beban pemerintah dae rah karena penerangan jalan membutuhkan energi listrik cukup besar,” paparnya. Jika digunakan untuk penerangan jalan, daya dua kilowatt mampu memenuhi suplai listrik lampu kota sejauh 500 meter. Arie Sudaryanto, peneliti dari B2PPTG, menilai keberadaan PAT lebih diperuntukkan bagi daerah- daerah yang kurang memiliki dana atau baru mengenal turbin pembangkit listrik. “Sejak tahun 1990-an, konsep PAT ini sudah dikembangkan sebagai bahan riset.

Sasaran yang dituju memang lebih pada lokasi-lokasi yang belum dijangkau Perusahaan Listrik Negara (PLN),” tegasnya. Karena itu, PAT dirasa dapat lebih bermanfaat jika difungsikan di tempat-tempat terpencil seperti di pinggiran Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, atau Sulawesi Tengah. Prinsip Dasar Teknologi PAT sebenarnya hanya menjadi sebuah pembalikan pola fungsional dari pompa air yang umum didapatkan di pasaran.

Jika ditilik dari persepsi kegunaan pompa air yang dijual secara masif, pompa air dibeli untuk membantu penyedotan air di dalam tanah dengan bantuan energi listrik. Nah, PAT menggunakan logika sebaliknya. Saat PAT ditanam di selokan, kerja fungsionalnya bukan untuk menyedot air selokan menggunakan listrik, melainkan memanfaatkan arus kecil air selokan yang secara alami mengalir untuk diubah secara mekanis menjadi energi listrik. Prinsip dasar dari PAT adalah sebuah pembangkit listrik pikohidro, satu level di bawah mikrohidro. Jika dengan mikrohidro energi listrik yang dihasilkan akan mampu mencapai 120 kilowatt, pikohidro hanya lima kilowatt. Prinsip ini memanfaatkan energi potensial, dalam hal ini diwakili oleh arus air berkapasitas kecil untuk diubah menjadi energi kinetik (gerak). Energi kinetik ini nantinya yang secara signifi kan dikonversikan menjadi energi listrik. Kronologinya, saat pertama hendak dibangun, perlu disediakan sebuah pompa air sentrifugal berbagai merek dengan tipe single phase, berdiameter 200 sentimeter kubik.

Pompa air ini selanjutnya diletakkan di tengah aliran arus air. Sebelum air “dipersilakan” masuk ke pompa, arus harus melewati bendungan yang dibangun di tengah- tengah saluran selokan. Bendungan ini berfungsi serupa dengan penyaring. Keberadaannya tentu untuk meng hindari masuknya hambatanhambatan berupa sampah mikro atau yang sebesar kayu. Penyaring ini berasal dari besi beton sepanjang tiga hingga empat sentimeter.

“Yang hingga kini kami sedang sesuaikan adalah besaran dari sekat-sekat penyaringnya, apakah akan membuat penyaring bersekat besar atau kecil. Karena pengombinasian sekat (sekat kecil dan besar diletakkan bersamaan) akan mengganggu debit air,” tukas Arie. Agar menghasilkan energi sebesar dua kilowatt, dibutuhkan debit air yang dapat mendorong turbin atau kincir di dalam pompa sebanyak 50 liter per detik. Ini setara dengan tiga galon air minum isi ulang yang harus terkucur dalam waktu satu detik. Jika digunakan sekat penyaring yang terlalu kecil, aliran air akan melambat sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan debit air.

Setelah dibendung, arus air akan dilewatkan ke dalam pipa penghubung antara pompa dengan bendungan. Pipa dapat menggunakan pipa PVC atau logam/plat besi. Semua bergantung pada kondisi lingkungan. Jika sering diterpa halangan dan hambatan, alangkah baiknya jika menggunakan pipa yang lebih kokoh. Karena menggunakan konsep terbalik dari kerja pompa konvensional, lubang yang seharusnya menjadi tempat keluarnya air justru menjadi saluran masuknya air dari luar.

Setelah masuk ke pompa melalui lubang air, air mengalir ke bagian bawah pompa. Alirannya langsung menuju ke daerah tempat turbin sudah menunggu dengan kincirnya. Air lalu akan dihantamkan ke baling- baling. Putaran kincir yang berupa energi kinetik itu akan ditransfer melalui poros pipa dan diarahkan ke flatbelt. Dan flatbelt ini akan menjadi kunci pengonversi energi kinetik menjadi energi listrik. Ini dikarenakan flatbelt harus membaca gerakan turbin sebelum masuk ke generator.

Dan di dalam generator inilah listrik diatur sedemikian rupa hingga mampu menghasilkan energi sebesar dua kilowatt.

Prosesnya kemudian tentu lebih berpusat pada manajemen energi, yang sepenuhnya dikendalikan pusat kendali (kontrol).

Kebutuhan akan kontrol ini merujuk pada kebanyakan masyarakat perdesaan yang menggunakan pembangkit listrik tenaga air melalui turbin menafikan manajemen energi. “Jika tidak ada kontrol, beban suplai listrik yang disalurkan ke masing-masing jaringan rumah akan disamaratakan. Kekhawatiran tentu menyeruak saat di siang hari seluruh lampu rumah dimatikan,” tambah dia. “Jika ada satu atau dua rumah tangga saja yang lupa mematikan listrik, maka load (beban) listrik yang seharusnya tersebar, malah terpusat pada beberapa rumah tangga saja,” papar Arie.

Andai ini terjadi, beban listrik pada rumah tersebut akan berlebih dan bisa mengakibatkan penggelembungan beban, yang sewaktuwaktu bisa pecah dan meledak. Karena itu, dipakai electronic load controller (ELC) yang mengatur besaran beban untuk kemudian disalurkan ke jaringan-jaringan yang perlu disuplai listrik. Pusat kendali ini dibuat sesederhana mungkin hingga menyerupai panel listrik biasa. Agar aman dari terjangan badai atau gangguan lingkungan lainnya, pusat kendali sekaligus pompa dibuatkan sebuah power house sebesar dua kali dua meter. Untuk melihat cost effectiveness dari pembangkit listrik model PAT ini, Arie belum dapat memperkirakannya karena masih dalam uji kelayakan.

Minimal setahun ke depan baru bisa didapatkan gambaran secara keseluruhan potensi turbin sederhana ini. Masalah yang masih menggelayuti hingga kini adalah bagaimana melakukan transfer teknologi dari perangkat ini. Masyarakat selama ini terbiasa menggunakan pembangkit dengan kincir kayu biasa, dan belum bisa dibiasakan dengan model pompa air terbalik ini.

Source : Koran Indonesia

Read More......
0

Sumber Energi Listrik

|

Listrik memegang peranan yang vital dalam kehidupan. Dapat dikatakan bahwa listrik telah menjadi sumber energi utama dalam setiap kegiatan baik di rumah tangga maupun industri. Mulai dari peralatan dapur hingga mesin pabrik-pabrik besar bahkan pesawat terbang, semua memerlukan listrik. Umumnya listrik diperoleh dari mengubah energi kinetik melalui generator menjadi listrik. Energi kinetik untuk menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil, seperti minyak, batubara dan gas atau bisa juga dari aliran air atau dari aliran udara. Intinya adalah energi listrik dihasilkan dari pengubahan sumber energi lain.

Sumber-sumber energi untuk listrik memiliki kelebihan dan kekurangan. Sumber energi fosil mudah diperoleh namun bersifat polutif dan cadangannya terbatas. Sementara sumber energi aliran air atau angin relatif bersih, tak terbatas (renewable) namun tidak selalu ada. Kebutuhan listrik di Indonesia saat ini sebagian besar disupply dari sumber energi fosil. Dalam beberapa waktu terakhir ini, harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan yang sangat berarti. Cadangan minyak bumi pun semakin menipis dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun mendatang. Cadangan batubara dan gas pun jumlahnya terbatas (unrenewable energy). Disamping itu, saat ini terjadi pemanasan global akibat polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sumber energi fosil. Hal ini menuntut kita mencari sumber energi alternatif yang bersih dan tidak terbatas untuk menghasilkan listrik.

Salah satu energi alternatif untuk menghasilkan listrik adalah energi angin. Energi angin tidak polutif dan renewable. Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara. Tekanan udara terjadi akibat pemanasan matahari terhadap atmosfir dan permukaan bumi. Terjadinya perbedaan tekanan udara ini menyebabkan sirkulasi udara di atmosfir. Dengan energi aliran angin ini, diharapkan supply energi listrik dapat terjaga.

Potensi Energi Listrik dari Angin

Salah satu energi yang bersih dan renewable yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik adalah energi angin. Teknologi untuk menghasilkan listrik dari angin disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Bayu) PLTB atau sistem konversi energi angin SKEA. Teknologi ini mengkonversi energi kinetik dari angin menjadi energi untuk memutar bilah rotor dalam sebuah generator sehingga dihasilkan listrik yang bebas polusi. Perkembangan teknologi ini menjadikan proses konversi ini semakin efisien sehingga energi angin menjadi alternatif untuk menghasilkan energi listrik.

Indonesia termasuk tertinggal dalam memanfaatkan energi angin sebagai sumber energi listrik. Indonesia yang terletak di jalur khatulistiwa mempunyai potensi angin dengan peringkat kecil hingga sedang dengan kecepatan rata-2 3-5m/s. Perubahan iklim akibat pemanasan global ternyata meningkatkan potensi angin di Indonesia terutama di daerah-daerah tertentu seperti di Nusa Tenggara, pantai selatan Jawa Sumatera dan Sulawasi Selatan. Peta potensi angin di Indonesia:


Read More......
0

Karakteristik Pemakai Energi Listrik

|

I. PENDAHULUAN

Dalam suatu industri/pabrik energi listrik umumnya digunakan untuk menggerakkan motor-motor listrik, air conditional (ac), lighting/penerangan sistem keamanan (security sistem) dan lain lain. Motor motor listrik dan penerangan adalah pemakai daya listrik yang besar dalam industri. Walaupun terdapat aneka jenis motor listrik untuk memenuhi kebutuhan dayayang besar dalam industri biasanya dipakai motor induksi biasanya 3 fasa, sedangkan untuk penerapan daya yang kecil digunakan motor induksi 1 fasa. Motor DC juga sekarahg ban yak digunakan dalam industri dengan bantuan penyearah. Beban penerangan juga merupakan pemakai energi listrik yang banyak dalam industri agar diperoleh kenyamanan dalam pekerjaan.

II. KARAKTERISTIK PEMAKAI ENERGI LISTRIK

II.1. Motor-motor Listrik


Pada umumnya motor-motor listrik (motor induksi) mempunyai berbagai kerugian seperti : rugi-rugi tembaga, rugi-rugi inti, rugi rugi gesekan dan rugi rugi lilitan. Apabila daya dimasukkan kesuatu beban listrik, yang mempunyai berbagai kerugian inti besi (iron core loasses), seperti motor motor induksi, maka daya total yang disampaikan bertambah kecil oleh efek kerugian tersebut, sehingga power factor akan menjadi rendah, yang mengakibatkan daya yang digunakan hanya sebagian saja (dari daya yang dimasukkan), setara dengan power factor dari daya itu. Dengan demikian daya tidak dimanfaatkan secara penuh, sedangkan pihak lain kerugian kerugian tembaga didasarkan pada lairan arus total, oleh karena itu efisiensi sistem menjadi rendah. Kondisi power factor rendah dapat dikoreksi dengan pemasangan suatu beban capasitor yang dapat berubah ubah sesuai dengan perubahan beban induktif. Dalam pengiritan listrik efisiensi dan power factor yang diinginkan setinggi tingginya dalam kaitannya dengan motor motor listrik.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efek terhadap efisiensi motor yaitu :
- desin motor
- pembebanan motor
- voltase

Sekarang sudah banyak dijual dipasaran motor-motor induksi yang tinggi efisiensinya
(efisiensi energi) untuk berbagai pemakaian dengan waktu pengembalian investasii
yang baik sekali. Pembebanan motor arus disesuaikan dengan secara cermat dengan

beban yang didesain untuk dipikul motor. Motor yang terlalu kecil akan panas, dan
lama kelamaan menyebabkan kerusakan isolasi, sebaliknya motor terlalu besar akan
bekerja pada power faktor yang rendah dan efisiensi yang lebih rendah dari pada
motor yang ukurannya tepat.

Performansi suatu motor dipengaruhi secara langsung oleh voltase yang diterapkan.
Operasi melampau ± 10 persen dari voltase yang diizinkan pelat nama motor
hendaknya dihindarkan. Kira-kira 20 persen dari energi poros yang disampaikan motor-motor listrik keperalatan yang digerakkannya terbuang begitu saja. Dan besaran itu, 12,5 persen dapat langsung disebabkan oleh methode-methode trotel konvensional. Dari pada penerapan trotel, disarankan memakai penggerak putaran yang dapat disesuaikan. Penggerak putaran yang dapat disesuaikan paling umum tanpa harus mengganti motor adalah dengan menggunakan kendala putaran frekuensi variable voltase variable. Telah dltaksir bahwa 80 persen dari energi yang terbuang sia-sia tersebut dapat direbut kembali dengan menggunakan kendali-kendali tersebut.

II. 2 PENERANGAN (LIGHTING)

Kebutuhan penerangan suatu industri merupakan ebban listrik yang besar yang akan
mempengaruhi besarnya tagihan listrik. Untuk itu desai penerangan yang irit listrik
perlu diterapkan.

Ada beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi suatu desai penerangan yang
efisien pemakaian listriknya yaitu :
- Penetapan intensitas cahaya yang perlu bagi tugas tertentu yang dilakukan
- Pemakaian sumber cahaya paling efisien untuk menghasilkan intensitas tersebut.
- Pemusatan cahaya hanya pada tempat dimana tugas tertentu sedang dilakukan.
- Membatasi pemakaian cahaya hanya didaerah dimana tugas tertentu sedang
dilakukan.

Dengan persyaratan dasar ini sering terpaksa diserasikan melalui kompromii berhubung adanya keaneka ragaman tugas disuatu daerah tertentu, sedangkan orangpun bergerak kian kemari disekitar atau dalam daerah tempat kerjanya. Disamping itu, pengendalian sillaunya cahaya, nisbah terangnya cahaya, temperatur warna dan estetika juga ikut sertakan dalam pertimbangan untuk menetapkan desain akhir suatu sistem penerangan.
Dari persayaratan ini, langkah-langkah suatu upaya pengiritan listrik bagi suatu sistem penerangan adalah :
- Menciutkan tingkat penerangan (intensitas) yang lebih besar dari pada yang
diperlukan disemua tempat didalam dan diluar gedung.
- Memakai lampu fitting (fixtures, luminaires) yang lebih efisien dari pada yang
telah dipakai.
- Melakukan pengendalian secara manual dan atau otomatis terhadap berbagaii
peralatan penerangan didaerah tertentu.
- Melakukan perawatan secara teratur.
- Melancarkan program "sadar listrik" yang intensif bagi semua staf dan karyawan
untuk mendapatkan partisipasi mereka yang aktif dalam mengendalikan beban listrik bagi penerangan.

Menurunkan ketinggian dari lampu-lampu yang memberi penerangan umum adalah cara efektif untuk menciutkan pemakaian daya untuk penerangan. Pemakaian lampu neon/TL (flu ourescent) dan lampu HID (natrium tekanan tinggi dan Halid logam), dapat dipertimbangkan bagi suatu penghematan pemakaian listrik. Lampu natrium tekanan rendah (low pressure sodium lamps) walaupun mempunyaii efektivitas (efficacy diukur dalam lumen/watt) tinggi, tetapi mempunyai cara menghasilkan (rediction) warna yang kurang baik sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian apabila warna merupakan pertimbangan yang utama. Pemakaian lampu pijar sebaiknya digunakan dalam jumlah yang sedikit tetapi setiap lampu mempunyai jumlah watt yang lebih tinggi. Apabila operasi bangunan penerangan terus menerus selama 24 jam, seperti halnya suatu pusat komputer, maka pemasangan berbagai kendali tidak akan menguntungkan. Akan tetapi apabila fungsii gedung adalah sedemikian rupa hingga penerangan disemua atau sebagian dari kawasan / ruang gedung tersebut dapat dipadamkan untuk beberapa waktu, maka terdapatlah peluang untuk mengirit pemakaian listrik dengan pemasangan bergagai
kendali. Sistem kendali harus didasarkan pada penggunaan ruang, didalam ruangan dimana para penghuninya dimaksudkan mendalikan sendiri penerangannya. Alat kendali
(kontrol device) haruslah ditempatkan sedemikan rupa hingga memberi kemudahan
untuk mengaktifkannya.

Efisien dari sebuah sumber cahaya bergantung pada sejauh mana berbagai fittingnya
perlengkapan dirawat dengan baik. Sebuah lampu yang menghasilkan 20 lumens per watt apabila terpasang dalam keadaan sebenarnya hanya menyinarkan 10 lumens jika terbalut oleh lapisan debu. Bola lampu harus diganti jika mulai berkurang cahayanya (menyuram) sebelum terbakar.

III. PENUTUP


Pemakaian / penggunaan energi listrik yang terkendali dalam suatu industri akan
berarti ongkos / biaya operasi perusahaan akan lebih rendah, sehingga perusahaan
dapat memperoleh dana tambahan untuk membiayai berbagai program peningkatan
produktifitas tenaga kerja, mesin dan peralatannya yang pada gilirannya akan
meningkatkan daya saing perusahaan.
Dengan mengetahui karakteristik pemakai energi listrik, maka kita dapat melakukan
penghematan pemakaian energi listrik. Penghematan pemakaian energi dalam industri
harus mendapat perhatian khusus / utama karena industri merupakan sumber
pengguna energi listrik yang cukup besar.

DAFTAR PUSTAKA


1. EUGENE,C,LISTER, Electric Circuits And Machines
2. B.L.THERAJA 1980, Electrical Teknologi
3. EDDY WARMAN, IR, Memperkecil pemakaian / rekening KVARH
4. FILINO HARAHAP, PhD, Manual untuk pelatihan pengiritan pemakaian listrik dalaml
sektor komersil.
5. SURYA HARDI, EDDY WARMAN, SATRIA GINTING, Suatu Model Ekonometrik Analisis
Kebutuhan Energi Listrik.

Author : Ir.EDDY WARMAN

Read More......
0

Tips Menghemat Energi Listrik

|

Tagihan listrik bulanan kadang kala mebuat kita pening. Karena pemakaian yang tidak sesuai kebutuhan akan menaikan tagihan bulanan. Untuk itu diperlukan penghematan dalam pemakaian listrik. Berikut ini tips tentang cara menghemat energi listrik:

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN

1. Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
2. Padamkan lampu pada siang hari.
3. Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
4. Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
5. Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
6. Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA

1. Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
2. Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
3. Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
4. Kontrol temperature dengan termostat.
5. Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
6. Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
7. Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
8. Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
9. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
10. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
11. Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR

1. Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
2. Gunakan pelampung air di penampungan.
3. Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
4. Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian.

Penyebabnya adalah sebagai berikut :

– Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.

– Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.

– Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI

1. Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
2. Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
3. Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
4. Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN

1. Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
2. Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
3. Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
4. Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
5. Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
6. Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
7. Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
8. Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
9. Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
10. Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

1.Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
2.Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
3.Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
4.Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA

1. Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
2. Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
3. Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
4. Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
5. Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
6. Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
7. Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
8. Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
9. Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.

Read More......
0

10 Tips Tetap Aman di Facebook

| Selasa, 06 April 2010

Pengguna Facebook adalah mangsa mudah bagi pelaku kriminal seiring dengan banyaknya orang berbagi informasi. Perusahaan antivirus menyediakan 10 tips menyangkut hal itu. Pelaku kriminal telah memanen dan menjual informasi milik pengguna Facebook, mencuri identitas, mengirim spam dan virus berbahaya.

“Setiap hari orang menempatkan diri mereka dalam risiko dengan mengklik secara tidak hati-hati terhadap undangan yang dikirim oleh teman untuk bergabung dalam grup atau menulis dalam dinding mereka,” ujar Manajer Pemasaran AVG Lloyd Borret.

“Mereka menaruh semua informasi personal termasuk tanggal lahir dan foto di dalam halaman mereka. Mereka bahkan merespon permintaan Facebook palsu,” tambah Borret.
Untuk membantu agar pengguna tetap aman di Facebook, AVG memberikan 10 tips :

1. Pikirkan apa yang akan ditambahkan; menerima permintaan yang disediakan oleh teman baru dengan akses posting, foto, pesan dan informasi latar belakang tentang pribadi Anda. Perhatikan daftar teman dan pikirkan kembali siapa yang berhak mengakses barang pribadi anda.

2. Cek pengaturan privasi. Facebook baru-baru ini melakukan pembaruan, mengatur privasi dari awal bisa sangat berarti.

3. Alasan berada di Facebook. Apakah berbagi foto? Tetap berhubungan dengan orang lain? Berbagi link dan pembaruan aktivitas? Tanyakan diri sendiri apa yang ingin diperoleh dengan profil pribadi. Dengan demikian akan lebih memangkas informasi pribadi yang ada di publik.

4. Cerdas tentang password. coba untuk tidak menggunakan password yang sama untuk seluruh akun. Pikirkan tipe pertanyaan keamanan yang dipasang dan di mana akan mengirim pembaruan tersebut.

5. Waspada penggunaan komputer. Ketika masuk ke dalam suatu akun dari komputer yang berbeda-beda, periksa bahwa komputer tersebut tidak menyimpan alamat email ataupun password.

6. Hati-hati dengan yang dikatakan. Sekali pembaruan status dan komentar diposting, setiap orang dapat melihat, menduplikasi dan memposting kembali di mana pun dan kapan pun. Apakah Anda ingin orang lain tahu bahwa Anda akan di rumah sendirian malam ini atau pergi liburan pekan depan?.

7. Perhatikan serangan phising. Banyak usaha yang dilakukan untuk memperoleh log-in pengguna dan password dengan cara menipu pengguna dengan email Facebook palsu. Jangan pernah mengidahkan link email yang meminta untuk me-reset password. Kalau perlu untuk me-reset langsung saja ke halaman Facebook.

8. Ambil langkah segera. Jika teman-teman mulai menerima spam atau pembaruan status yang muncul tetapi tidak dibuat oleh pengguna sendiri maka akun tersebut kemungkinan tersusupi. Segera lakukan perubahan password. Jika tidak bisa masuk ke akun pribadi, segera pergi ke link Help di bagian bawah Facebook dan klik Security untuk memberitahu Facebook.

9. Lindungi perangkat mobile. Banyak ponsel yang memiliki akses langsung ke situs jejaring sosial, termasuk Facebook. Waspada terhadap siapapun yang mengakses ponsel dan pastikan akun yang dimiliki sudah log-out.

10. Monitor aktivitas mencurigakan. Awasi aktivitas mencurigakan di dinding Anda, jejak berita dan kotak masuk Facebook. Jangan pernah mengklik link mencurigakan. Lihat lebih dekat, jika link yang dimaksud tidak otentik, jangan pernah mengkliknya.
Source : http://www.artikeltentangkomputer.co.cc/

Read More......
3

Kenangan Bersama Novi

| Senin, 05 April 2010

Kenangan Yang Tak Bisa Q Lupa Bersamamu.. Namun kini dirimu pergi....



Read More......
1

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi

| Kamis, 01 April 2010

SUTET adalah singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi dengan kekuatan 500 kV yang ditujukan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat-pusat pembangkit yang jaraknya jauh menuju pusat-pusat beban sehingga energi listrik bisa disalurkan dengan efisien. Berbagai macam kekhawatiran muncul akan dampak SUTET terhadap kesehatan bagi penduduk yang tinggal di wilayah yang dilewati jalur SUTET.

* Hasil penelitian yang sangat mempengaruhi pandangan masyarakat dunia tentang hubungan kanker otak pada anak dengan paparan medan elektromagnetik adalah hasil penelitian Wertheimer dan Leper tahun 1979, yang sempat menggoncangkan dunia karena risiko negatif yang dilaporkannya. Sejak penelitian tersebut, berbagai studi epidemiologi dan laboratorium lainnya dilakukan sebagai replikasi dan eskpansi penelitian Wertheimer di berbagai negara. Namun hasil yang didapat justru beragam, bahkan sebagian besar bersifat kontradiktif. Dilaporkan, studi Feyching dan Ahlboum, 1993, meta analisisnya merupakan penelitian yang mendukung hasil Wertheimer, sedangkan studi National Cancer Institute (NCI) tahun 1997 di Amerika Serikat, studi Kanada 1999, studi Inggris 1999-2000 dan studi Selandia Baru menemukan hasil yang tidak mendukung Wertheimer.

* Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Gerald Draper dan koleganya dari Chilhood Cancer Research Group di Oxford University dan Dr. John Swanson, penasehat sains di National Grid Transco, menemukan bahwa anak-anak yang tinggal kurang dari 200 meter dari jalur tegangan tinggi, saat dilahirkan memiliki risiko menderita leukimia sebesar 70 persen daripada yang tinggal dari jarak 600 meter atau lebih. Ditemukan lima kali lipat lebih besar kasus leukimia pada bayi yang dilahirkan di daerah sekitar SUTET atau sebesar 400 dalam setahun dari 1 persen jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Secara keseluruhan, anak-anak yang hidupnya dalam radius 200 meter dari tiang tegangan tinggi sekitar 70 persen diantaranya terkena leukimia dan yang hidup antara 200-600 meter sekitar 20 persen dibandingkan dengan yang tinggal lebih dari 600 meter. Walaupun demikian, peningkatan risiko leukemia masih ditemukan pada jarak dimana besar medan listrik bernilai di bawah kondisi di dalam rumah, sehingga disimpulkan bahwa peningkatan risiko leukemia tidak diakibatkan oleh medan listrik atau medan magnet yang diakibatkan oleh SUTET.

* Berdasarkan hasil penelitian Dr. dr. Anies, M.Kes. PKK, pada penduduk di bawah SUTET 500 kV di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal (2004) menunjukkan bahwa besar risiko electrical sensitivity pada penduduk yang bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV adalah 5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang tidak bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pajanan medan elektromagnetik yang berasal dari SUTET 500 kV berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk, yaitu sekumpulan gejala hipersensitivitas yang dikenal dengan electrical sensitivity berupa keluhan sakit kepala (headache), pening (dizziness), dan keletihan menahun (chronic fatigue syndrome). Hasil penemuan Anies menyimpulkan bahwa ketiga gejala tersebut dapat dialami sekaligus oleh seseorang, sehingga penemuan baru ini diwacanakan sebagai "Trias Anies".

* Corrie Wawolumaya dari Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pernah melakukan penelitian terhadap pemukiman di sekitar SUTET. Hasilnya tidak ditemukan hubungan antara kanker leukemia dan SUTET [2]

* John Moulder mencoba menarik kesimpulan dari ratusan penelitian tentang dampak SUTET terhadap kesehatan. Moulder menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara medan tegangan listrik dan kesehatan manusia (termasuk kanker). Walaupun demikian medan tegangan listrik belum bisa dibuktikan benar-benar aman. Selain itu disepakati juga bahwa jika ada bahaya kesehatan terhadap manusia, maka itu hanya terjadi pada sebagian kecil kelompok.

* WHO berkesimpulan bahwa tidak banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh medan listrik sampai 20 kV/m pada manusia dan medan listrik sampai 100 kV/m tidak mempengaruhi kesehatan hewan percobaan. Selain itu, percobaan beberapa sukarelawan pada medan magnet 5 mT hanya memiliki sedikit efek pada hasil uji klinis dan fisik.

Sumber : Wikipedia

Read More......

Contact


Your Name
Your Email Address
Subject
Message
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]